
Sumber: https://suryautamaputra.co.id/blog/2016/12/29/baterai-li-ion/
Baterai lithium-ion (Li-ion) adalah jenis baterai isi ulang yang paling umum digunakan saat ini karena energi tinggi per volume/berat, umur pakai panjang, dan efisiensi pengisian yang baik. Teknologi ini digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari smartphone dan laptop, hingga mobil listrik dan sistem penyimpanan energi surya (PLTS).
Kelebihan Baterai Lithium-ion:
-
Energi per volume dan berat tinggi, hemat ruang.
-
Pengisian cepat, efisiensi tinggi.
-
Umur siklus panjang (tergantung jenis dan manajemen).
-
Tidak perlu perawatan (seperti topping up air pada baterai timbal-asam).
-
Self-discharge rendah (sekitar 2–3% per bulan).
Kekurangan:
-
Sensitif terhadap overcharge dan overdischarge (wajib BMS = Battery Management System).
-
Harga lebih mahal dibanding baterai timbal-asam.
-
Rentan terbakar jika rusak, overheat, atau korsleting (terutama LCO).
Aplikasi dalam PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya):
-
Sistem off-grid atau hybrid, sebagai penyimpan energi dari panel surya.
-
Dihubungkan dengan solar charge controller (MPPT) yang kompatibel dengan lithium.
-
Umumnya digunakan tipe LiFePO₄ karena stabil dan aman untuk jangka panjang.