SMART adjustable Digital over current voltage protector Electronic circuit breaker


Sumber : https://www.alibaba.com/product-detail/SMART-adjustable-Digital-over-current-voltage_1600096300961.html

SMART Adjustable Digital Over Current Voltage Protector adalah perangkat elektronik yang dirancang untuk melindungi peralatan listrik dari bahaya arus lebih (overcurrent), tegangan lebih (overvoltage), atau tegangan rendah (undervoltage). Selain itu, perangkat ini sering kali memiliki fungsi sebagai pemutus sirkuit elektronik (electronic circuit breaker) dengan pengaturan yang dapat disesuaikan secara digital.


Fungsi Utama

  1. Proteksi Overcurrent:
    • Melindungi perangkat listrik dari arus berlebih yang dapat merusak komponen atau menyebabkan kebakaran.
  2. Proteksi Overvoltage dan Undervoltage:
    • Memastikan tegangan yang masuk ke perangkat listrik berada dalam rentang aman.
    • Memutuskan sirkuit jika tegangan terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  3. Circuit Breaker Digital:
    • Memutuskan arus secara otomatis saat parameter tertentu (seperti arus atau tegangan) melampaui batas yang telah ditentukan.
  4. Pengaturan Digital:
    • Dilengkapi dengan layar digital dan tombol untuk mengatur parameter seperti batas arus, tegangan, dan waktu tunda (delay).

PLC Allen Bradley


Sumber: https://www.researchgate.net/figure/Allen-Bradley-PLC-Controller-from-Rockwell-Automation_fig3_242209930

PLC Allen-Bradley adalah Programmable Logic Controller (PLC) yang diproduksi oleh perusahaan Rockwell Automation. Allen-Bradley dikenal sebagai salah satu merek terkemuka di dunia dalam bidang otomasi industri. PLC ini digunakan untuk mengontrol proses industri, mesin, dan sistem otomatisasi dalam berbagai aplikasi, seperti manufaktur, pengolahan, dan pengemasan.


Keunggulan PLC Allen-Bradley

  1. Kompatibilitas yang luas:
    • Dapat digunakan di berbagai aplikasi industri, dari mesin sederhana hingga sistem otomasi yang kompleks.
  2. Reliabilitas tinggi:
    • Sangat andal dan dirancang untuk beroperasi dalam kondisi industri yang berat.
  3. Fleksibilitas pemrograman:
    • Menggunakan software RSLogix atau Studio 5000 Logix Designer, yang mendukung berbagai bahasa pemrograman PLC seperti ladder diagram, structured text, dan function block diagram.
  4. Integrasi yang mudah:
    • Mudah terintegrasi dengan sistem lain, seperti sistem SCADA, HMI, dan perangkat IoT.
  5. Beragam jenis PLC:
    • Tersedia dalam berbagai model, mulai dari PLC mikro hingga PLC modular, seperti:
      • MicroLogix: Untuk aplikasi kecil.
      • CompactLogix: Untuk aplikasi menengah.
      • ControlLogix: Untuk aplikasi kompleks dan sistem besar.
  6. Komunikasi canggih:
    • Mendukung protokol komunikasi modern, seperti EtherNet/IP, Modbus, dan DeviceNet, sehingga memudahkan integrasi dengan perangkat lain.

Aplikasi PLC Allen-Bradley

  • Industri manufaktur: Mengontrol lini produksi, seperti pengemasan, pemotongan, dan perakitan.
  • Industri pengolahan: Mengatur proses kimia, pengolahan air, dan pemurnian minyak.
  • Industri energi: Untuk sistem kontrol pembangkit listrik dan distribusi energi.
  • Industri logistik: Mengelola conveyor, sistem penyortiran, dan pengangkutan barang otomatis.

Software Pendukung

PLC Allen-Bradley umumnya diprogram menggunakan:

  1. RSLogix 500: Untuk model MicroLogix dan SLC.
  2. Studio 5000 Logix Designer: Untuk model CompactLogix dan ControlLogix.

Software ini mendukung antarmuka yang intuitif dan berbagai fungsi pemrograman tingkat lanjut.

Skala Ukur Watt Meter

Untuk membaca skala watt meter dengan tabel seperti yang ditampilkan, ikuti langkah-langkah berikut:


1. Identifikasi Rentang Tegangan dan Arus

  • Voltage range: Pilih rentang tegangan sesuai kondisi pengukuran (misalnya 120V atau 240V).
  • Current range: Pilih rentang arus yang sesuai (misalnya 5A atau 25A).

2. Pilih Konstanta Pengali

Dari tabel yang diberikan:

  • Jika menggunakan tegangan 120V dan arus 5A, maka konstanta pengali = 5.
  • Jika menggunakan tegangan 120V dan arus 25A, maka konstanta pengali = 25.
  • Jika menggunakan tegangan 240V dan arus 5A, maka konstanta pengali = 10.
  • Jika menggunakan tegangan 240V dan arus 25A, maka konstanta pengali = 50.

3. Baca Skala Watt Meter

  • Amati jarum watt meter pada skala.
  • Catat angka yang ditunjuk oleh jarum pada skala utama (misalnya, 20).

4. Kalikan dengan Konstanta Pengali

Gunakan konstanta pengali yang sesuai untuk mendapatkan nilai daya sebenarnya.
Contoh:

  • Jika jarum menunjuk angka 20, dan menggunakan rentang 240V dengan arus 5A, maka daya sebenarnya adalah:
    Daya (W)=Skala×Konstanta Pengali
    Daya (W)=20×10=200 Watt

5. Hasil Akhir

Hasil akhir akan menunjukkan daya aktif yang sedang diukur dalam watt.

Pengukuran Tahanan Tanah (Earth Tester)

Percobaan pengukuran tahanan tanah dengan earth tester dilakukan untuk menentukan nilai resistansi tanah (ground resistance) yang penting dalam sistem pentanahan (grounding). Pengukuran ini memastikan bahwa sistem pentanahan dapat mengalirkan arus gangguan ke tanah dengan aman.

Prinsip Kerja

Earth tester bekerja berdasarkan metode fall-of-potential atau metode tiga-terminal, di mana arus kecil dilewatkan melalui tanah dan resistansi diukur berdasarkan penurunan tegangan.


Alat dan Bahan

  1. Earth Tester (alat pengukur tahanan tanah).
  2. Elektroda tanah (ground rod yang akan diukur).
  3. Dua batang elektroda tambahan (spike) untuk referensi.
  4. Kabel penghubung.

Prosedur Pengukuran

  1. Penyiapan lokasi:
    • Pilih lokasi di mana elektroda tanah yang akan diukur sudah ditanam.
    • Pastikan area tidak terlalu dekat dengan instalasi listrik lain yang aktif.
  2. Penempatan elektroda tambahan:
    • Tanam dua batang elektroda tambahan (spike) di tanah:
      • C1 (arus injeksi): Sekitar 20 meter dari elektroda tanah.
      • P1 (pengukur potensial): Di antara elektroda tanah dan elektroda arus, sekitar 10 meter dari elektroda tanah.
  3. Koneksi alat:
    • Hubungkan elektroda tanah ke terminal E (Earth Electrode) pada earth tester.
    • Hubungkan elektroda arus (C1) ke terminal C.
    • Hubungkan elektroda potensial (P1) ke terminal P.
  4. Pengukuran:
    • Nyalakan earth tester.
    • Alat akan mengalirkan arus kecil melalui elektroda tanah dan elektroda arus (C1).
    • Earth tester mengukur tegangan antara elektroda tanah dan elektroda potensial (P1) untuk menghitung tahanan tanah.
  5. Catat hasil:
    • Baca nilai tahanan tanah yang ditampilkan oleh earth tester.
  6. Validasi hasil:
    • Ulangi pengukuran dengan memindahkan elektroda potensial (P1) sedikit maju atau mundur. Jika hasil pengukuran konsisten, nilai yang diperoleh dianggap akurat.

Interpretasi Hasil

  • Nilai resistansi tanah yang baik biasanya di bawah 5 ohm, tetapi standar ini dapat bervariasi tergantung pada regulasi atau kebutuhan instalasi.
  • Jika nilai terlalu tinggi, perbaikan sistem grounding diperlukan, seperti menambahkan elektroda atau memperbaiki kondisi tanah.

Percobaan Fisika “Hukum OHM”

Percobaan hukum Ohm adalah eksperimen yang dilakukan untuk memverifikasi hubungan antara tegangan (V), arus listrik (I), dan hambatan (R) dalam suatu rangkaian listrik, sesuai dengan hukum Ohm. Hukum ini menyatakan bahwa:

V=I⋅R

Artinya, tegangan yang melewati suatu penghantar berbanding lurus dengan arus yang mengalir melaluinya, asalkan suhu dan kondisi fisik penghantar tetap.

Langkah Percobaan:

Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk melakukan percobaan hukum Ohm:

Alat dan Bahan

  1. Sumber tegangan DC (baterai atau power supply).
  2. Resistor (dengan nilai hambatan yang diketahui).
  3. Amperemeter (untuk mengukur arus).
  4. Voltmeter (untuk mengukur tegangan).
  5. Kabel penghubung.
  6. Breadboard (opsional).

Prosedur

  1. Rangkai komponen sesuai diagram: Hubungkan resistor ke sumber tegangan melalui amperemeter. Voltmeter dipasang paralel terhadap resistor untuk mengukur tegangan pada resistor.
  2. Atur tegangan sumber: Mulailah dengan tegangan rendah, misalnya 1 V, dan catat nilai arus (I) yang terukur di amperemeter.
  3. Ulangi pengukuran: Tingkatkan tegangan secara bertahap (misalnya 1 V, 2 V, 3 V, dll.) dan catat nilai arus untuk setiap tegangan.
  4. Hitung nilai hambatan: Gunakan data pengukuran untuk menghitung hambatan (R=V/I) dan bandingkan dengan nilai resistor yang diketahui.

Hasil

  1. Buat grafik hubungan V (tegangan) terhadap I (arus).
  2. Jika resistor mematuhi hukum Ohm, grafik akan berupa garis lurus, di mana kemiringan garis (m) mewakili nilai hambatan (R).

Kesimpulan

  • Grafik linear menunjukkan bahwa hukum Ohm berlaku.
  • Jika grafik tidak linear, hambatan mungkin berubah seiring suhu, atau resistor bukan jenis ohmik (non-linier).

Koefisien Gesekan

Tujuan

  1. Memahami pengertian koefisien gesekan
  2. Menentukan koefisien gesekan berbagai jenis benda dengan metode bidang miring.

Teori

Sebuah benda bermassa m diluncurkan di atas permukaan yang datar dan rata dengan kecepatan awal v0, benda akhirnya berhenti. Hal ini berarti, bahwa dalam geraknya, benda mengalami percepatan dan kecepatan rata-rata yang berlawanan arah dengan arah gerakannya. Jika dikaitkan dengan inersia, pada suatu benda yang dipercepat, maka pada geraknya selalu dikaitkan dengan gaya yang sesuai dengan hukum Newton II. Dalam hal ini permukaan bidang datar melakukan gaya gesek (friction) pada benda yang meluncur.

Jika permukaan suatu benda bergesekan dengan permukaan benda yang lain, maka masing-masing benda akan melakukan gaya gesekan satu sama lainnya. Gaya gesekan pada masing-masing benda ini berlawanan arah dengan gerak relatifnya terhadap benda lainnya. Dengan perkataan lain gaya gesekan akan melawan gaya geraknya. Walaupun tidak ada gerak relatifnya, tetap ada gaya gesekan antar permukaan, contoh benda tetap berada pada posisi stabilnya. Gesekan dapat menimbulkan keausan pada benda yang bergerak, sebaliknya tanpa gesekan suatu benda tidak akan stabil pada posisi dimana benda berada.

 

RANCANG BANGUN PROTOTYPE MESIN RELIF MODEL PROFIL PADA RUMAH MINIMALIS

Salah satu mahasiswa program studi teknik elektro atas nama :

MUHAMMAD IHSAN SUKRI

18.812.0067

Telah menyelesaikan penelitiannya dimana pada saat sidang atau ujian skripsi yang diketuai oleh Bapak Moranain Mungkin, ST, M.Si telah mempertahankan hasil penelitiannya berupa :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin ini mampu mengurangi waktu pemasangan hingga 67%, meningkatkan akurasi dimensi lisplang dengan kesalahan maksimum ±0,5 mm, serta mencapai tingkat keberhasilan pemasangan sebesar 95%. Kesimpulannya, mesin relief otomatis ini efektif dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pemasangan lisplang beton, dengan potensi besar untuk diterapkan dalam industri konstruksi.

 

MODIFIKASI DRONE PENGANGKUT FIRE BALL PEMADAM TITIK API PADA LAHAN GAMBUT


Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro :
Nama : Nicola Ventola Nababan
NIM    : 208120016

Melalui Kegiatan Seminar Hasil Skripsinya telah didapatkan beberapa hal :
Rumusan Masalah :
1. Bagimana Pengembangan yang dilakukan pada Drone dengan melakukan modifikasi Drone berbasis Mikrokontroler pada penelitian ini.
2. Bagaimana Efektifitas penggunaan fire ball dalam memadamkan titik api pada lahan gambut dibandingkan dengan metode pemadaman konvensional.

Tujuan :
1. Sebagai bentuk penarapan fire ball pada teknologi Drone sebagai alat bantu pemadaman titik api pada lahan gambut
2. Pemanfaatan Drone sebagai alat pendeteksi keberadaan titik api pada lahan gambut (peat fire)

Adapun manfaat dari penelitian tersebut adalah:

1.Memberikan inovasi baru pada sistem penggunaan drone pada pemadaman titik api di lahan gambut (peat fire).

2.Pengembangan terhadap penggunaan teknologi fire ball dengan memadukan drone sebagai media pengangkut.

 

Desain Teknologi Sistem Pengisian Baterai Berbasis Termoelektrik dengan Memanfaatkan Api Pembakaran Sampah


Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro :
Nama : Ryan Wijaya Sihombing
NIM : 208120009

Telah menyelesaikan penelitiannya dengan Dosen Pembimbing Bapak Moranain Mungkin, ST, M.Si. Adapun Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut :

Tabel 1: Perhitungan dengan Alas Plat Aluminium

Waktu

(menit)

0 10(s) 40(s) 1,27 1,56 2,26 3,29 4,47
Panas (℃) 32 35 38 45 47,8 53,3 65,3 76,8
Dingin

(℃)

16 13 13 13 14,9 16,2 16,3 13,6
Volt 3,9 4 4,1 4,1 4,2 4,2 4,5
Ampere 0,18 0,23 0,24 0,26 0,27 0,29 0,5

Gambar 1: Grafik Perhitungan Plat Aluminium

Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa plat aluminium adalah penghantar yang paling baik diantara yang lainnya dan juga dapat mempertahankan kestabilan panas yang diterima. Efisiensi pengisian baterai handphone adalah dengan menggunakan alas aluminium dengan tetap menjaga perbedaan suhu yang baik. Uji coba yang dilakukan menggunakan pengisian baterai HP samsung duos SM-B310E sistem pengisian kabel type makro dengan batas maksimum 5 bar kapasitas baterai.

Dalam melakukan uji coba tersebut didapat waktu pengisian satu bar baterai memakan waktu kurang lebih 10 menit menggunakan alas plat aluminium dengan kestabilan 4,2 volt dan 0,4 ampere. Berarti waktu yang diperlukan untuk pengisian baterai hingga penuh adalah 50 menit dengan tipe handphone Samsung Duos SM-B310E.

 

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KUALITAS MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

Mahasiswa Prodi. T. Elektro :

Nama : Andy Philip Valentino
NIM : 208120023

telah menyelesaikan kegiatan Seminar Hasil Skripsi dengan hasil bahwa alat pendeteksi kualitas minyak transformator dengan metode CNN dapat mendeteksi kualitas transformator melalui pengenalan warna yang tampak pada minyak transformator. Dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network alat ini dapat mendeteksi kualitas dari minyak transformator melalui perubahan warna yang dialami oleh minyak transformator seiring dengan lama pemakaian minyak transformator tersebut. Data latih yang telah dijadikan patokkan pada metode yang dipakai menjadi tolak ukur dalam mendeteksi warna yang paling dominan melalui foto ataupun gambar minyak transformator tersebut